Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Hilirisasi Sawit Dibuka Peluang UMKM Ekspor, Kontribusi Ekspor UMKM Masih 15 Persen

Program hilirisasi kelapa sawit di Indonesia membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas akses ke pasar ekspor. Menurut Eisha Maghfiruha Rachbini dari INDEF, potensi UMKM berbasis kelapa sawit sangat besar dengan produk turunan yang tersebar di sektor pangan (oleofood), bahan kimia (oleochemical), hingga bioenergi. Program ini telah menghasilkan lebih dari 193 jenis produk turunan sawit, yang memberikan dampak positif seperti peningkatan harga TBS di tingkat petani, perluasan lapangan kerja, dan penciptaan efek ekonomi berantai.

Meskipun kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor nasional masih rendah yakni sekitar 15 persen, Eisha meyakini kelapa sawit dapat menjadi sektor penggerak peningkatan tersebut. Hilirisasi sawit mampu meningkatkan nilai ekonomi produk antara tiga hingga 10 kali lipat, bahkan lebih dari 30 kali lipat untuk produk bernilai tinggi seperti vitamin E dan oleokimia. Namun, UMKM masih menghadapi tantangan besar untuk menembus pasar global akibat keterbatasan kapasitas finansial dan produksi.

Untuk mendukung UMKM berorientasi ekspor, pemerintah perlu memberikan pendampingan melalui penguatan kapasitas keuangan, insentif, dan bantuan teknis. Eisha juga mendorong pemerintah untuk melakukan pemetaan pasar potensial, pencarian calon pembeli, dan memfasilitasi business matching antara UMKM dengan mitra global. Dengan fokus pada pengembangan produk turunan sawit yang berorientasi ekspor, diharapkan industri sawit nasional dapat menjadi lebih berkelanjutan dan kompetitif di pasar global.

Menurut tiap media