Houthi Kontrol Al-Makha, AS Tolak Permintaan Dukungan Militer Arab Saudi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Houthi mengalahkan pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi dalam pertempuran barat Taiz, mencapai al-Makha setelah sembilan hari pertempuran. Penguasaan al-Makha memutus tiga jalur pasokan utama Arab Saudi di selatan Yaman serta memblokir kapal melintasi Bab al-Mandeb. Sumber lapang mengklaim al-Makha telah direbut dan pasukan pemerintah menarik seluruh divisi militernya, dengan Houthi menyiapkan pengumuman resmi penguasaan penuh.
Arab Saudi meminta Presiden AS Donald Trump untuk mendukung operasi militer langsung melawan Houthi, namun Trump menolak. Pemerintahan AS tidak berniat mengambil tindakan militer langsung di Yaman, namun mengirim Komandan CENTCOM Laksamata Brad Cooper ke Saudi untuk koordinasi. AS menekankan agar pasukan Amerika tetap fokus pada Iran dan pengamanan Selat Hormuz, sekaligus mendukung pembentukan koalisi internasional untuk melindungi pelayaran di Laut Merah.
Konflik Yaman memanas kembali sejak awal Juli setelah gencaran senjata, dimulai ketika Houthi mengklaim bertempur dengan pesawat tempur Saudi yang mencegah pendaratan pesawat sipil Iran di Bandara Sanaa. Sejak saat itu, Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Yaman dan target di Saudi, termasuk pengeboman kapal di Laut Merah dan pemblokade maritim pelabuhan Saudi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Houthi Rebut Kota Strategis al-Makha, Pukulan Telak bagi Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi
10 September 2026 pukul 18.20 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Diminta Putra Mahkota Arab Saudi untuk Serang Houthi, Trump Menolak!
11 September 2026 pukul 14.03 · Baca aslinya ↗