Hunian Terjangka di Manggarai Diresmikan, Fokus Pemeliharaan dan Kepastian Sasaran
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah resmi memulai pembangunan hunian terjangka vertikal di Manggarai, Jakarta, sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Proyek ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan lahan disediakan oleh PT KAI dan pembiayaan penuh dari PT BTN. Lokasi strategis di dekat pusat ekonomi dan transportasi diharapkan mengurangi biaya transportasi serta meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menekankan pentingnya pemeliharaan hunian pasca-pembangunan, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki titik lemah dalam pemeliharaan bangunan meskipun kualitas konstruksi sudah baik. Ia meminta pemerintah membentuk badan khusus untuk mengelola pemeliharaan secara bersama, khususnya untuk 3.700 pelanggan dari BTN, dengan membuat asosiasi atau neighborhood association. Hashim juga mengharapkan kualitas hunian tetap terjaga dalam jangka panjang hingga 10 tahun, termasuk Presiden Prabowo Subianto dapat mengunjungi kawasan tersebut dengan baik.
Muhammad Qodari, Kepala Bakom RI, menekankan pentingnya kebenaran sasaran dalam alokasi unit hunian agar benar-benar jatuh ke tangan mereka yang membutuhkan dan berhak. Proyek Hunian Manggarai yang berlangsung selama 8 bulan ini menjadi contoh pembangunan hunian vertikal bagi MBR di pusat kota.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Hashim Minta Menteri Ara Bentuk Badan Khusus Urusi Rusun, untuk Apa?
21 Agustus 2026 pukul 13.54 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Qodari Harap Hunian Terjangkau Manggarai Tepat Sasaran
22 Agustus 2026 pukul 14.36 · Baca aslinya ↗