HUT Ke-81 DPR: Puan Maharani Tekankan Kritik Publik sebagai Pendorong Evaluasi dan Perbaikan Diri
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam perayaan HUT Ke-81 DPR menyampaikan bahwa kritik publik bukan tanda jarak, melainkan bagian penting dari hubungan demokratis dengan rakyat. Menurutnya, kritik harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas legislatif, penganggaran, pengawasan, dan diplomasi parlemen. Puan menekankan bahwa kinerja DPR tidak hanya diukur dari jumlah undang-undang, rapat, atau anggaran, tetapi seberapa banyak manfaat nyata bagi masyarakat dan peningkatan kualitas kehidupan. Usia 81 tahun DPR dijadikan momentum pembenahan agar konsisten antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, dan manfaat yang dirasakan rakyat secara langsung.
Puan juga menegaskan komitmen DPR untuk terus menyempurnakan kinerjanya demi kedaulatan rakyat. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa demokrasi Indonesia tidak boleh sekadar meniru konsep luar, melainkan harus berpihak pada kepentingan rakyat melalui legislasi, anggaran, dan pengawasan yang responsif. Transformasi DPR menjadi parlemen modern, demokratis, dan responsif menjadi penting guna mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sementara itu, Puan menekankan bahwa kepercayaan publik harus dibangun melalui kinerja nyata, bukan sekadar pernyataan. Fokus utama DPR adalah pada kualitas legislasi, penganggaran, pengawasan, dan diplomasi parlemen. Evaluasi terkait HUT ke-81 DPR diperlukan untuk memperkuat kembali kepercayaan masyarakat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
HUT Ke-81 DPR, Puan Maharani: Kritik Publik Harus Jadi Bahan Evaluasi
1 September 2026 pukul 12.00 · Baca aslinya ↗
HUT ke-81 DPR, Puan: DPR RI Akan Jadikan kritik sebagai Pendorong Perbaikan Diri
1 September 2026 pukul 14.07 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Puan Tegaskan DPR Terbuka terhadap Kritik: Bukan Jarak, tapi Bagian dari Demokrasi
1 September 2026 pukul 15.15 · Baca aslinya ↗