IHSG Berfluktuasi di Level 6.400-6.500, Didorong Analisis Teknis dan Sentimen Pasar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
IHSG berfluktuasi pada akhir pekan pertama September 2023, dengan nilai penutupan yang berbeda antara media. Kumparan melaporkan IHSG ditutup pada 6.462,43 (+0,40%) pada Jumat (17/9), sementara CNBC Indonesia mencatat turun 0,33% atau 21,27 poin ke level 6.441 pada hari yang sama. Proyeksi kenaikan ke level 6.500-6.550 pada Jumat (18/9) didasarkan analisis teknis Phintraco Sekuritas yang menyatakan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area oversold.
Perbedaan juga terlihat pada performa sektor. Kumparan mencatat sektor consumer cyclicals naik 1,63%, sementara healthcare melemah 0,55%. Sebaliknya, CNBC Indonesia menyebut sektor konsumer primer, properti, dan kesehatan sebagai penekan utama. Volume transaksi mencapai 31,72 miliar Rp dengan 325,81 juta lot, sementara 212 saham menguat, 464 saham melemah, dan 287 saham stagnan.
Dampak eksternal seperti rebound Wall Street, minyak Brent US$104,82/barel, dan inflasi AS rendah memberi sinyal positif. Investor memantau konflik Timur Tengah, kebijakan Bank Jepang (BoJ), serta kebijakan Federal Reserve (Fed). Beberapa saham yang dapat dipantau meliputi BYAN, DSSA, CUAN, ADRO, PTRO, ADMR, dan HRUM.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
IHSG Diproyeksi Bergerak Menguat di Level 6.500-6.550, Ini Faktornya
18 September 2026 pukul 07.45 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Jelang Akhir Pekan, IHSG Turun 0,33% ke Level 6.441
18 September 2026 pukul 16.48 · Baca aslinya ↗