Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG dan Aktivitas Asing: Perbedaan Data dan Rebalancing MSCI

IHSG menunjukkan gerakan berbeda antar hari perdagangan. Detik.com melaporkan IHSG turun tipis 0,06% ke 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026), sementara CNBC Indonesia mencatat IHSG naik tipis 0,11% ke 6.525,48 pada Senin (31/8/2026). Kedua sumber ini merujuk pada periode perdagangan yang berbeda, sehingga perbedaan nili ini wajar. Delapan dari 11 sektor melemah pada Jumat menurut Detik.com, sementara pada Senin, 413 saham menguat, 245 melemah, dan 305 stagnan menurut CNBC Indonesia.

Investor asing mencatatkan net sell yang berbeda antar hari. Detik.com melaporkan net sell sebesar Rp442,38 miliar pada Jumat, sementara CNBC Indonesia mencatat net sell Rp434,2 miliar pada Senin. Namun, CNBC Indonesia menekankan bahwa meskipun secara keseluruhan asing jual bersih, terdapat pembelian signifikan pada saham BBRI sebesar Rp371,3 miliar, yang menjadi saham dengan net buy terbesar, mengalahkan DSSA (Rp261,2 miliar), KOTA (Rp135 miliar), BBNI (Rp103,9 miliar), dan ADRO (Rp95,8 miliar). Total nilai transaksi asing pada Senin mencapai Rp21,83 triliun dengan pembelian Rp10,70 triliun dan penjualan Rp11,13 triliun.

Pasar global turun pada Jumat dengan Dow Jones -0,02%, S&P 500 -0,25%, dan Nasdaq -0,52%. Beberapa saham unggulan pada Jumat melaju: BBCA +1,17%, BBRI +1,27%, dan MORA +5,66%, sementara BYAN -2,83%, TLKM -1,53%, dan IMPC -6,57%. Rebalancing MSCI 2026 menjadi sorotan: GOTO keluar dari Global Standard, dan CPIN turun ke Small Cap. ANTM mencatatkan laba Rp6,91 triliun pada triwulan I-2026, naik dari Rp5,14 triliun, dengan emas 80% dari penjualan. TOBA mencatatkan bisnis hijau 66,5% dari pendapatan I-2026 dan limbah 92% dari EBITDA. HATM melakukan private placement senilai Rp320 miliar, dengan ekuitas naik dari Rp1,61 triliun ke Rp1,93 triliun. VKTR, INDY, BBTN, KRYA, dan BFIN diberi rekomendasi beli.

Menurut tiap media