Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IHSG dan Kebijakan BI: Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga

Pasar saham Indonesia menunjukkan reaksi campuran terhadap pergerakan IHSG dan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pada Selasa (18/8), IHSG ditutup menguat ke level 6.449,83, naik 47,94 poin atau 0,75%, didorong ekspektasi pemeliharaan BI-Rate di 5,75%. Media Indonesia melaporkan sepuluh sektor naik, dipimpin energi (+2,24%), sementara sektor keuangan melemah 0,29%. Aktivitas perdagangan mencapai 2.162.000 transaksi dengan nilai Rp14,80 triliun. Di sisi lain, VOI mencatat IHSG terbuka melemah 41,65 poin ke 6.408,18 pada Rabu, sementara LQ45 naik tipis ke 631,18. Perbedaan terlihat pada proyeksi Phintraco Sekuritas yang memperkirakan IHSG bergerak sideways di kisaran 6.400–6.500. Warta Ekonomi menekankan bahwa keputusan BI untuk menahan suku bunga—termasuk Deposit Facility di 4,75% dan Lending Facility di 6,50%—memberikan sentimen netral hingga positif, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Secara global, ketidakpastian pasokan energi akibat konflik AS-Iran memicu kekhawatiran inflasi, menekan bursa regional seperti Nikkei dan Kospi yang ditutup merah. VOI melaporkan lonjakan imbal hasil obligasi ke level tertinggi puluhan tahun di AS, Jepang, Jerman, dan Prancis, yang memicu penurunan saham teknologi sensitif suku bunga. Bursa Eropa mayoritas merah, sementa Wall Street turun, dan pasar Asia pagi hari Rabu bercampur. Warta Ekonomi menambahkan bahwa arah IHSG di masa depan tidak hanya ditentukan oleh tingkat suku bunga, tetapi juga oleh kebijakan stabilisasi rupiah, arus modal asing, dan inflasi domestik. Peluang pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan terbuka lebih lebar jika tekanan terhadap rupiah dan inflasi terus mereda.

Menurut tiap media