Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Dibuka Menguat Lalu Tertutup Koreksi Tipis, Pasar Tunggu Kebijakan Moneter AS

IHSG membuka perdagangan Jumat (28/8/2026) kuat, naik antara 0,21% hingga 0,26% ke level 6.535–6.538, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 0,06% ke level 6.518,12. Indeks sempat mencapai level tertinggi intraday 6.566,90, lalu koreksi ke 6.495,74 menjelang penutupan. Nilai transaksi bervariasi antar sumber: Detik mencatat Rp1,65 triliun, sementara CNBC melaporkan Rp14,86 triliun dan Warta Ekonomi mencatat Rp15,15 triliun. Volume perdagangan juga berbeda: Detik mencatat 3,972 miliar lembar, CNBC 33,30 miliar saham, dan Warta Ekonomi 35,30 miliar lembar.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp125,08 miliar, dengan GOTO menjadi saham dengan foreign sell tertinggi (Rp134,90 miliar), diikuti BUMI (Rp87,85 miliar) dan INET (Rp62,62 miliar). Di sisi lain, BBCA menjadi saham paling banyak dibeli asing (Rp358,24 miliar). Pada hari Kamis (27/8), IHSG naik 1,81% ke 6.521,75, didukung oleh SRAJ (+13,90%), BRMS (+6,25%), dan DSSA (+6,54%), sementara investor asing net sell Rp113,45 miliar.

Pasar lokal menyoroti konfirmasi Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI periode 2026–2031 dan RUU Perampasan Aset yang diproyeksikan selesai Desember 2026. Di luar negeri, investor menantikan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole sebagai petunjuk kebijakan moneter Fed, dengan CME FedWatch Tool mencatat peluang 64% Fed mempertahankan suku bunga. BEI juga mengumumkan peluncuran IGREEN pada 28 Agustus 2026 dengan tiga saham pertama: HGII, KEEN (Green Equity), dan TOBA (Green Equity Transition).

Menurut tiap media