IHSG Mengalami Fluktuasi, Media Saling Bertentangan soal Level Harga dan Strategi Perdagangan
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada beberapa sesi perdagangan, dengan berbagai versi laporan yang disampaikan oleh tiga media finansial. JawaPos melaporkan IHSG menutup melemah 1,51 persen ke level 6.147 pada Senin (28/9), dengan proyeksi koreksi berkelanjutan hingga 6.088-6.111. Sementara itu, Warta Ekonomi menyatakan IHSG berpeluang rebound ke 6.160-6.200 pada Selasa (30/9/2026) setelah turun 0,43 persen sehari sebelumnya. Berbeda dengan kedua laporan tersebut, CNBC Indonesia mencatat IHSG anjlok 0,83 persen atau 50,44 poin menjadi 6.020,70 pada Kamis (1 Oktober 2026).
Perbedaan angka signifikan juga terlihat dalam rekomendasi saham. MNC Sekuritas (JawaPos) merekomendasikan empat saham dengan strategi Buy on Weakness untuk AADI dan BRPT serta Spec Buy untuk PSAB dan PTRO. BNI Sekuritas (Warta Ekonomi) menyatakan strategi yang berbeda dengan CUAN dan DEWA sebagai Buy on Weakness, sementara BUMI, AMMN, TPIA, dan INCO sebagai Spec Buy. CNBC tidak menyebut rekomendasi spesifik tetapi melaporkan saham pemberat seperti GOTO, DCII, TLKM, UNTR, dan AMMN.
Tekanan pada IHSG dipengaruhi oleh sektor teknologi, utilities, dan konsumer kritikal. Volume perdagangan mencapai 192,65 juta lot dengan nilai transaksi Rp4,9 triliun menurut CNBC. Faktor penekanan meliputi sentimen geopolitik, data ekonomi domestik seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi. Support utama berada di kisaran 6.040-6.100 dengan resistance di 6.160-6.200, sementara beberapa laporan menyebut level lain sebagai titik kritis pasar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
IHSG Rawan Melanjutkan Koreksi ke 6.088, Cek Rekomendasi Saham AADI hingga PTRO
29 September 2026 pukul 07.45 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
IHSG Berpeluang Rebound ke 6.200, tapi Ancaman Koreksi Membayangi
30 September 2026 pukul 07.08 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 0,83%
1 Oktober 2026 pukul 12.10 · Baca aslinya ↗