Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Mengalami Fluktuasi, Media Saling Bertentangan soal Level Harga dan Strategi Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada beberapa sesi perdagangan, dengan berbagai versi laporan yang disampaikan oleh tiga media finansial. JawaPos melaporkan IHSG menutup melemah 1,51 persen ke level 6.147 pada Senin (28/9), dengan proyeksi koreksi berkelanjutan hingga 6.088-6.111. Sementara itu, Warta Ekonomi menyatakan IHSG berpeluang rebound ke 6.160-6.200 pada Selasa (30/9/2026) setelah turun 0,43 persen sehari sebelumnya. Berbeda dengan kedua laporan tersebut, CNBC Indonesia mencatat IHSG anjlok 0,83 persen atau 50,44 poin menjadi 6.020,70 pada Kamis (1 Oktober 2026).

Perbedaan angka signifikan juga terlihat dalam rekomendasi saham. MNC Sekuritas (JawaPos) merekomendasikan empat saham dengan strategi Buy on Weakness untuk AADI dan BRPT serta Spec Buy untuk PSAB dan PTRO. BNI Sekuritas (Warta Ekonomi) menyatakan strategi yang berbeda dengan CUAN dan DEWA sebagai Buy on Weakness, sementara BUMI, AMMN, TPIA, dan INCO sebagai Spec Buy. CNBC tidak menyebut rekomendasi spesifik tetapi melaporkan saham pemberat seperti GOTO, DCII, TLKM, UNTR, dan AMMN.

Tekanan pada IHSG dipengaruhi oleh sektor teknologi, utilities, dan konsumer kritikal. Volume perdagangan mencapai 192,65 juta lot dengan nilai transaksi Rp4,9 triliun menurut CNBC. Faktor penekanan meliputi sentimen geopolitik, data ekonomi domestik seperti PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi. Support utama berada di kisaran 6.040-6.100 dengan resistance di 6.160-6.200, sementara beberapa laporan menyebut level lain sebagai titik kritis pasar.

Menurut tiap media