Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia dan China perkuat kerja sama pertahanan dan diplomasi strategis dalam pertemuan 2+2 dan dialog komprehensif

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Menteri Pertahanan Republik Rakyat China (RRC) Laksamana Dong Jun di Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat (21/8). Kedatangan Dong Jun disambut dengan upacara kenegaraan pukul 09.12 WIB, termasuk pengibarian bendera, pemutaran lagu kebangsaan kedua negara, inspeksi pasukan, dan penghormatan bersama di patung Bung Karno. Kedua menteri juga mengikuti pertemuan bilateral tertutup sebagai bagian dari Pertemuan 2+2 ke-2 dan Bilateral Meeting RI–RRC 2026. Dong Jun menyatakan bahwa Indonesia dan China memiliki kesamaan nasib dalam menghadapi niat jahat kekuatan asing, sekaligus berkomitmen memperkuat kerja sama pertahanan dan menjaga stabilitas kawasan. Sjafrie merespons pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa pendapatnya perlu dicocokkan dengan realita di dalam negeri Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Wang Yi di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kedua menteri luar negeri menggelar Pertemuan Pertama Dialog Strategis Komprehensif (CSD) yang membahas kerja sama strategis bilateral dari berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, maritim, keamanan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan 2+2 yang juga melibatkan kedua menteri pertahanan. Sugiono menyatakan bahwa tidak ada isu tertentu yang dibahas secara mendalam, melainkan semua bidang kerja sama disentuh secara keseluruhan dalam satu mekanisme yang lebih komprehensif.

Dalam pertemuan terkait, China juga mendesak Indonesia untuk mendukung penuh pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi baru yang bertujuan mengatur tata kelola kecerdasan buatan secara global. Indonesia merupakan salah satu dari 29 negara yang menandatangani kesepakatan pendirian WAICO di Shanghai pada Juli 2025. Meskipun mendukung inisiatif ini, Indonesia tetap menjaga prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, dengan berupaya mempererat hubungan teknologi dan ekonomi dengan berbagai pihak termasuk Amerika Serikat. China menolak tegas segala bentuk tekanan agar negara-negara memilih blok teknologi tertentu, menegaskan bahwa setiap negara berhak memilih mitra kerja sama dan model AI sesuai kebutuhan nasionalnya.

Menurut tiap media