Indonesia-Tiongkok Kembangkan Kawasan Industri Madura, Targetkan Magnet Investasi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Indonesia dan Tiongkok menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sebagai bagian dari program Two Countries Twin Parks (TCTP). Kawasan ini ditujukan untuk menjadi magnet investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru, mendukung sektor industri cokelat, matras, tekstil, benang, dan manufaktur padat karya lainnya. Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ini, yang juga melibatkan kolaborasi dengan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park untuk transfer teknologi dan ekspansi perusahaan Tiongkok ke Indonesia.
Pengembangan kawasan industri ini didukung oleh data perdagangan yang meningkat. Pada 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan, naik 6,3% dari tahun sebelumnya. Hingga kini, 8 perusahaan dari Zhanjiang telah berinvestasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai USD 370 juta, sementara 6 perusahaan Indonesia juga menanamkan modal di Zhanjiang. Kawasan ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, mempercepat pengembangan industri, dan mendukung penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa inisiatif ini akan melengkapi hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, mendukung pembangunan di Madura dan kawasan timur Indonesia, serta menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Kawasan Industri Wiraraja Madura juga diproyeksikan menjadi kawasan heavy industry yang seimbang dengan Petrokimia di Gresik.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
RI-China Teken Kerja Sama Baru, Madura Disiapkan Jadi Magnet Investasi
6 Agustus 2026 pukul 07.25 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
HKI: Pengembangan kawasan industri di Madura buat pusat ekonomi baru
6 Agustus 2026 pukul 07.25 · Baca aslinya ↗