Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

Inggris Larang Impor Produk Israel di Tepi Barat, Dukungan Global untuk Boikot

Pemerintah Inggris memutuskan melarang impor barang dari pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina yang diduduki, sebagai respons terhadap perluasan pemukiman yang mengancam solusi dua negara. Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan tindakan diperlukan untuk mengatasi ketidakadilan dan mengusir penduduk dari rumah mereka. Kebijakan ini diumumkan bersama Perancis dan Kanada. Israel menanggapkan marah dengan menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur dan melarang 12 warga Inggris memasuki negaranya.

Indonesia bersama tujuh negara Muslim lainnya—Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, dan Uni Emirat Arab—menyambut baik kebijakan Inggris. Para Menteri Luar Negeri mengharapkan langkah ini mendorong tindakan serupa sesuai hukum internasional dan resolusi PBB. Mereka mendukung pernyataan 12 negara Eropa termasuk Kanada, Prancis, Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris yang mengakui pentingnya membatasi perdagangan dengan pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.

Dukungan global menekankan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil, serta menyerukan implementasi penuh rencana damai yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk konflik di Gaza. Langkah ini dianggap sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 tahun 2016 dan Advisory Opinion Mahkamah Internasional pada 19 Juli 2024.

Menurut tiap media