IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, BEI: Belum Dapat Pernyataan Efektif dari OJK
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Rencana IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), unit bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bergerak di industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset, ditunda. Keputusan ini disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 September 2026 karena belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jika Keuangan (OJK). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa permohonan penundaan diajukan karena dua faktor utama: belum tersertifikasinya Pernyataan Efektif OJK dan masa berlaku laporan keuangan yang akan saham pada 28 Februari 2026 telah habis pada 31 Agustus 2026.
Dalam prospektusnya, SWAP rencananya menawarkan 323 juta saham baru, setara dengan 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, dengan harga penawaran Rp130-Rp140 per saham. Jika berhasil terserap pada harga tertinggi, perseroan berpotensi mengumpulkan dana hingga Rp45,22 miliar. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk memperkuat kebutuhan bisnis, dengan alokasi Rp15,8 miliar untuk modal kerja, Rp12,2 miliar untuk belanja modal, dan Rp12 miliar untuk melunasi utang.
Penundaan ini menyebabkan proses pencatatan saham SWAP belum dapat dilanjutkan sesuai jadwal sebelumnya. Perseroan perlu memenuhi kembali ketentuan terkait dokumen dan laporan keuangan yang berlaku untuk melanjutkan proses penawaran umum. Hingga kini, belum ada informasi mengenai jadwal baru pelaksanaan IPO SWAP.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, BEI: Belum Dapat Pernyataan Efektif dari OJK
2 September 2026 pukul 15.35 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Perusahaan Milik UGM Tunda IPO
2 September 2026 pukul 18.16 · Baca aslinya ↗