Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Israel Ancam Lanjutkan Serangan Gaza Gara-gara Layang-layang, Hamas Bantah dan PBB Kecam

Beberapa pihak melaporkan Israel mengancam operasi militer lebih lanjut terhadap Hamas akibat peluncuran layang-layang, drone, dan balon dari Jalur Gaza. Detik.com melaporkan setidaknya 10 layang-layang ditemukan di perbatasan Gaza pada akhir Agustus 2026, sementara militer Israel menemukan empat layang-layang di sekitar Nahal Oz tanpa menemukan bahan mencurigakan. Israel menuduh Hamas bertanggung jawab, namun Hamas membantah dan menyatakan layang-layang dikirim oleh anak-anak di kamp pengungsian. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer akan ditingkatkan jika peluncuran tidak dihentikan.

PBB dan organisasi hak asasi manusia mengecam keras ancaman Israel, dengan juru bicara PBB Ravina Shamdasani menyatakan bahwa ancaman pengusiran akibat anak-anak yang menerbangkan layang-layang adalah keterlaluan. Dewan Perdamaian AS yang dipimpin Presiden Donald Trump juga memperingatkan Hamas agar menghentikan aktivitas militer di Gaza, termasuk menerbangkan layang-layang, sambil menekankan Israel juga harus mematuhi gencatan senjata.

Sementara itu, serangan Israel di Gaza tengah masih berlanjut meski gencatan senjata seharusnya berlaku sejak Oktober 2023. Kumparan melaporkan serangan pada Minggu 23/8 menewaskan tiga orang, termasuk bocah berusia empat tahun. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sejak gencatan senjata diberlakukan, 1.286 hingga 1.296 warga Palestina tewas, sementara VOI melaporkan korban total sejak 7 Oktober 2023 mencapai 73.420 hingga 73.431 orang tewas dan 174.369 hingga 174.437 terluka.

Menurut tiap media