Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Israel Ancam Serang Gaza Akibat Layang-layang, Serangan Udara Tewaskan Warga

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam meningkatkan operasi militer di Jalur Gaza setelah empat hingga 10 layang-layang diluncurkan dari Gaza menuju perbatasan, termasuk kawasan Nahal Oz. Israel menuding Hamas bertanggung jawab atas peluncakan ini, meskipun Hamas membantah dan menyebut benda-benda tersebut sebagai mainan anak-anak di kamp pengungsi. Hamas menyerukan intervensi AS dan mediator lain untuk mencegah eskalasi, sementara Israel menyatakan siap mengevakuasi warga dan menindak pemimpin Hamas jika peluncakan tidak dihentikan.

Serangan udara Israel di Jalur Gaza menyebabkan tewasnya setidaknya dua hingga tiga orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun bernama Mohammad Abdel-Salam Taha atau Muhammad Abdel Salam Taha. Serangan pertama menghantam bangunan di Kota Zawayda setelah peringatan dikeluarkan kepada pemilik properti, melukai enam orang akibat puing dan serpihan logam. Serangan kedua terjadi di kamp pengungsi Nuseirat. Militer Israel juga mengklaim berhasil menewaskan seorang militan senior Hamas bernama Sharif Al-Hasnat di Kota Deir al-Balah.

Militer Israel menyatakan empat layang-layang tidak mengandung bahan berbahaya, namun tetap memandangnya sebagai ancaman. Hamas menyebutkan korban Palestina sejak 7 Oktober 2023 mencapai 73.420 orang tewal dan 174.369 terluka, dengan 1.286 tambahan korban selama gencatan senjata sejak Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 1.286 korban tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.

Menurut tiap media