Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kabut Asap dan Kemarau Panjang, Wali Kota Pontianak Gelar Salat Istisqa, Sekolah Palangka Raya Belajar Daring

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengajak umat Islam mengikuti Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Mujahidin pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Acara ini dilakukan sebagai upaya memohon hujan di tengah kemarau, kabut asap, dan penurunan kualitas udara di Kalimantan Barat. Edi menyatakan hujan yang diturunkan diharapkan dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, menurunkan intensitas kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara. Saat ini, suhu udara tinggi meningkatkan potensi kebakaran, termasuk pada bangunan rumah dan ruko. Pemerintah juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap jaringan listrik dan aktivitas berpotensi menimbulkan api. Acara ini dilaksanakan bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, dan rektor IAIN Pontianak.

Di sisi lain, kondisi serupa memaksa sekolah di Palangka Raya untuk belajar secara daring selama tiga hari, dari 28 hingga 31 Agustus 2026, akibat kabut asap dengan kualitas udara yang sangat tidak sehat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyatakan bahwa kebijakan PJJ akan terus dievaluasi hingga kondisi udara kembali normal. Pada 28 Agustus 2026, tingkat partikel PM2.5 berada dalam kategori sedang hingga sangat tidak sehat. Surat edaran ini merupakan yang ketiga terkait kebijakan PJJ, setelah sebelumnya hanya menunda masuk sekolah.

Orang tua, seperti Rita, ayah siswa kelas 5 SD, mendukung kebijakan belajar daring demi keamanan dan kesehatan anak-anak. Perbedaan lokasi dan pendekatan kebijakan ini mencerminkan dampak yang beragam dari kondisi kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda Kalimantan.

Menurut tiap media