Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Jambi, Dua Pesawat Dialihkan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Saifuddin (STS) pada Selasa (25/8). Jarak pandang menurun drastis dari 1.500 meter pada pukul 14.00 WIB, turun menjadi 800 meter pada pukul 15.00 WIB, sebelum membaik ke 1.200 meter. Kondisi ini memaksa dua pesawat rute Jakarta-Jambi yang berbeda dialihkan ke bandara lain.
Pesawat Garuda Indonesia GA 128 yang dijadwalkan mendarat pukul 13.40 WIB gagal mendarat karena jarak pandang terganggu. Pesawat ini melakukan beberapa putaran dan akhirnya dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam. Sementara itu, pesawat Citilink QG 966 yang mendarat pukul 15.20 WIB juga gagal mendarat dan dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
General Manager Bandara STS, Ardon Marbun, membenarkan kejadian dan berharap kabut asap cepat meresap. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengupayakan penanganan bencana melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penambahan sumur hidran. Media Indonesia melaporkan tiga dari 42 kasus karhutla yang ditangani Ditjen Gakkum Kehutanan, sementara Kumparan tidak menyebutkan jumlah kasus yang terlibat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Imbas Kabut Asap Tebal, Dua Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Jambi
25 Agustus 2026 pukul 17.46 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, 2 Pesawat Dialihkan
25 Agustus 2026 pukul 22.00 · Baca aslinya ↗