Kabut Asap Parah di Jambi dan Pekanbaru, Sekolah Daring hingga Batasi Aktivitas Luar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kabut asap menyelimuti Kota Jambi sejak Minggu, 23 Agustus, dengan ISPU naik dari 89 pukul 11.00 WIB (kategori sedang) ke 101 pukul 12.00 WIB (kategori tidak sehat), dengan PM2.5 sebagai parameter kritis. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan kondisi tersebut dan mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan atau penderita gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat terpaksa berada di luar.
Di Kota Pekanbaru, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kualitas udara mencapai kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Minggu (23/8/2026) pukul 17.00-21.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 170,2-235,7 µg/m³. Dampaknya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerbitkan surat edaran untuk kegiatan belajar daring bagi jenjang TK hingga SMP, berlaku pada Senin (24/8/2026).
Perbedaan melaporkan nilai PM2.5: Kota Jambi menyebutkan ISPU mencapai 101 tanpa menyebut konsentrasi PM2.5 secara spesifik, sementara Pekanbaru melaporkan konsentrasi PM2.5 antara 170,2-235,7 µg/m³. Kedua kota juga berbeda dalam penanggung jawab kebijakan: Jambi menginstruksikan masyarakat mengurangi aktivitas luar, sementara Pekanbaru fokus pada penerapan belajar daring untuk anak sekolah.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Kabut Asap Selimuti Kota Jambi, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
23 Agustus 2026 pukul 21.10 · Baca aslinya ↗
Karhutla di Pekanbaru Bikin Kualitas Udara Memburuk, Siswa TK-SMP Belajar Daring
24 Agustus 2026 pukul 05.00 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Memburuk, Anak Sekolah di Pekanbaru Belajar Daring
24 Agustus 2026 pukul 07.17 · Baca aslinya ↗