KADIN: Pariwisata Indonesia Fokus pada Konversi Potensi jadi Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
James Riady, Wakil Ketua Umum Koordinator KADIN Indonesia, menyatakan bahwa tantangan utama pariwisata Indonesia bukan pada kurangnya destinasi wisata, melainkan pada kemampuan mengkonversi kekayaan alam dan budaya menjadi kunjungan wisatawan, belanja, investasi, dan lapangan kerja. Dalam sebuah forum yang dihadiri perwakilan 67 negara, Riady menekankan pentingnya investasi jangka panjang pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, serta perbaikan tata kelola regulasi pertanahan dan perizinan untuk meningkatkan daya saing pariwisata secara global.
Menurut berbagai sumber, Indonesia dilengkapi dengan beragam sumber daya alam seperti pantai, laut, gunung berapi, hutan, serta kekayaan budaya dan kuliner yang belum optimal dalam menarik wisatawan. Riady menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari tingkat pengeluaran, durasi tinggal, investasi, pembuatan lapangan kerja, dan kunjungan berulang. Potensi pariwisata perlu tersebar ke seluruh daerah, bukan hanya terpusat di Jakarta dan Bali.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, pembangunan pariwisata harus dilakukan melalui penguatan ekosistem yang menghubungkan destinasi dengan transportasi, akomodasi, promosi, dan layanan berkualitas. Upaya peningkatan konektivitas penerbangan, kapasitas hotel, kebersihan destinasi, dan konektivitas digital diharapkan dapat meningkatkan masa tinggal serta belanja wisatawan secara signifikan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
KADIN Dorong Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
11 September 2026 pukul 17.28 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
James Riady Ungkap Tantangan Pariwisata RI: Bukan Kurang Destinasi, tapi Ini Masalahnya
11 September 2026 pukul 18.00 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
James Riady: Indonesia Tak Kekurangan Destinasi, tapi Kemampuan Mengubah Potensi Menjadi Devisa
11 September 2026 pukul 20.48 · Baca aslinya ↗