KAI dan INKA Integrasi Operasional, Rosiade Dukung Impor dan Aktivasi Jalur Sumbar
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade meminta PT KAI memastikan pengadaan kereta, termasuk impor, dilakukan terukur sesuai kebutuhan. Andre menyatakan impor masih diperlukan karena keterbatasan produksi INKA, namun tetap mendukung pengembangan industri dalam negeri. Proses impor harus melibatkan BPKP untuk koordinasi yang baik. Di sisi lain, Andre mendorong percepatan aktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat, dengan harapann dapat diluncurkan pada Oktober 2026 untuk memberikan manfaat ekonomi dan mobilitas masyarakat.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menggabungkan operasionalnya dengan PT Industri Kereta Api (INKA) mulai 1 Januari 2027. Proses ini dilakukan setelah KAI menyelesaikan due diligence terhadap INKA dan melakukan inbreng bersyarat pada September 2026. Integrasi ini bertujuan memperluas cakupan bisnis INKA, yang kini hanya fokus pada manufaktur, untuk juga mencakup perawatan, perbaikan, dan rekayasa sarana kereta api.
Setelah integrasi, INKA diharapkan dapat mengembangkan bisnis maintenance, repair, and overhaul (MRO) secara kuat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan efisiensi pengadaan dan kepastian perencanaan jangka panjang. KAI menargetkan INKA menjadi perusahaan manufaktur kereta api yang lebih sehat secara finansial pada 2029. Untuk menyiapkan model integrasi ini, KAI melakukan studi perbandingan terhadap pengalaman negara seperti Rusia dan Jepang, yang telah berhasil menggabungkan operasi operator kereta api dengan perusahaan manufaktur sarana perkeretaapian.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Andre Rosiade Minta KAI Awasi Impor Kereta dan Percepat Aktivasi Jalur KA Sumbar
23 September 2026 pukul 20.43 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
KAI dan INKA Bakal Bersatu 1 Januari 2027, Ini Perubahan Bisnisnya
24 September 2026 pukul 11.45 · Baca aslinya ↗