Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

KAI Perluas Jaringan KRL hingga Cikampek dan Cigombong/Lido

Kereta Api Indonesia (KAI) berencana memperluas jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek hingga Cikampek di sisi timur dan wilayah Cigombong hingga Lido di sisi selatan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa aglomerasi KRL akan diperluas hingga Cikampek, namun jalur dari Cikarang ke Cikampek belum dilengkapi dengan Listrik Aliran Atas (LAA). Elektrifikasi jalur ini diperlukan agar KRL dapat melayani rute tersebut. Untuk Bogor Line, KAI juga menyiapkan layanan KRL hingga Cigombong dan Lido.

Pengembangan elektrifikasi dilakukan secara bertahap untuk menghindari gangguan terhadap lalu lintas kereta. Program ini akan dimulai pada 2026 dari Rangkasbitung, dengan peningkatan LAA di wilayah tersebut. Pekerjaan di Rangkasbitung ditargetkan selesai pada semester I 2027. Pada Bekasi Line, jalur akan diperluas dari Cikarang menuju Cikampek sejauh sekitar 42 kilometer, sementara Bogor Line akan diperpanjang hingga Lido. Target pembangunan KRL hingga Cikampek dan Lido ditetapkan pada 2028.

Untuk meningkatkan kapasitas, KAI juga melakukan peningkatan pada lintas yang sudah beroperasi. Pada lintas Rangkasbitung, KAI akan menambah lima gardu traksi dan meningkatkan kapasitas sembilan gardu lainnya pada 2026. Sistem persinyalan pada lintas ini juga akan ditingkatkan, sehingga headway yang saat ini sekitar 10-15 menit dapat dipersempit menjadi 4-5 menit. Pada Bogor Line, KAI akan menerapkan rekayasa perjalanan dengan mengakhiri perjalanan Nambo Line di Citayam, yang diproyeksikan membuka tambahan 22 slot perjalanan ke arah Bogor dan meningkatkan kapasitas lintas tersebut lebih dari 30%. KAI menargetkan kapasitas harian KRL Jabodetabek dapat mencapai 2 juta penumpang di masa depan, dengan rata-rata penumpang saat ini mencapai 1,1 hingga 1,3 juta orang per hari.

Menurut tiap media