Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kapal J7 Explorer Dialihfungsikan Jadi Pangkalan Logistik Ketahanan Pangan

Kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer milik pengusaha Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam, melalui perusahaan Jhonlin Marine Transport, dialihfungsikan menjadi pangkalan bergerak atau floating base camp untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Kapal sepanjang 120 meter berbobot 8.076 GT itu dibangun di Batam dan selesai pada 2022. Lambung kapal dipasangi logo resmi Kementerian Pertahanan. Kementerian Pertahanan mengklarifikasi bahwa pemasangan logo menandai operasional kapal berada di bawah penugasan dan otoritas pemerintah, sementara kepemilikan aset tetap berada di pihak swasta. Dalam satu klarifikasi, kementerian menyatakan kapal dipinjam tanpa biaya sewa, bukan aset kementerian, dan tidak dibeli oleh Kementerian Pertahanan.

Fokus operasional kapal adalah mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, wilayah yang terisolasi dan minim infrastruktur darat. Kapal berfungsi sebagai pusat koordinasi, hunian sementara tenaga ahli, serta titik logistik. Selain Papua Selatan, operasional juga mencakup wilayah Kalimantan dan Sumatera. Satu sumber menyebutkan kapal dilengkapi 25 kabin untuk menampung sekitar 50 tamu, fasilitas helipad, dan akomodasi kru yang luas.

Proyek tersebut melibatkan pengerahan 2.000 ekskavator dari China. Satu sumber menyebut angka itu sebagai sekitar 2.000 unit dan bagian dari ribuan alat berat. Mengenai tenaga ahli, satu sumber menyebut profesional dari Jepang dan Eropa, sementara sumber lain menyebut tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa. Keterlibatan kapal dan sumber daya ini ditujukan untuk mempercepat swasembada pangan serta membuka lapangan kerja di Papua, dalam kerangka agenda ketahanan pangan era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Haji Isam menyatakan keterlibatannya sebagai tanggung jawab menjalankan amanah negara.

Menurut tiap media