Karhutla Landa Berbagai Daerah, Pemerintah Intensifkan Penyelidikan dan Penanggulangan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ketua DPR Puan Maharani meminta segera diselidiki dugaan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berubah menjadi perkebunan sawit, menegaskan hal ini tidak boleh terjadi dan membutuhkan investigasi cepat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dalam penanganan bencana serta mitigasi dampak jangka panjang seperti masalah kesehatan dan gangguan pendidikan anak. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pembakaran hutan ilegal tidak akan diizinkan dan akan bekerja sama dengan ATR/BPN seri Kementerian Pertanian untuk mencegah penyalahgunaan lahan bekas kebakaran.
Di sisi lain, karhutla juga melanda hutan tanaman jati milik Perum Perhutani di Petak 43, Desa Ayah, Kebumen, pada malam Selasa (8/9). Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan warga, polisi, TNI, BPBD, Damkar, dan Perhutani pada pukul 23.30 WIB tanpa korban jiwa. Namun, kencang angin dan tumpukan daun jati kering mempercepat laju kebakaran, sekaligus menyulitkan upaya pemadaman.
Sementara itu, kebakaran hutan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, masih belum sepenuhnya padam. Bara api ratusan hektare masih berpotensi menyala kembali karena curah hujan belum cukup. BPBD Natuna menggunakan metode manual karena keterbatasan sarana pemadam, dengan selang air hanya mencapai 150 meter. Presiden juga memerintahkan penambahan anggaran mitigasi bencana secara signifikan untuk menangani situasi ini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Puan Minta Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit Diusut!
9 September 2026 pukul 08.00 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Karhutla Landa Hutan Jati Kebumen, 2 Hektare Lahan Hangus Terbakar
9 September 2026 pukul 17.38 · Baca aslinya ↗
Karhutla Natuna Belum Padam, Petugas Berjuang Jinakkan Bara Ratusan Hektare
9 September 2026 pukul 17.50 · Baca aslinya ↗