Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kaspersky Ungkap Risiko Keamanan dan Perilaku Penggunaan AI

Penelitian terbaru Kaspersky mengungkap dua aspek terkait kecerdasan buatan (AI) yang semakin mandiri. Evolusi AI menuju agen otonom membawa risiko keamanan siber, sementara penggunaan oleh generasi muda menunjukkan pola interaksi baru dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sisi keamanan, Kaspersky mencatat 92.000 serangan berbahaya yang menyamar sebagai layanan AI, dengan 49% meniru ChatGPT, 18% Claude, dan 18% Gemini. Lebih dari 15.000 sampel malware ditemukan bersembunyi sebagai perangkat lunak agen AI, mencakup trojan, spyware, exploit, downloader, dropper, dan backdoor. Temuan ini menekankan pentingnya verifikasi manusia untuk mencegah kepercayaan buta terhadap AI.

Studi Kaspersky yang melibatkan 7.200 responden mengungkap perilaku Gen Z terhadap AI. Sebanyak 27% menggunakan AI sebagai teman untuk dukungan emosional, 28% berkonsultasi mengenai masalah pribadi, dan 47% menggunakannya secara rutin setiap hari. Namun, kesadaran privasi rendah: hanya 42% disiplin memverifikasi informasi dan menghindari berbagi data rahasia, 52% hanya sesekali berhati-hati, dan 6% mengabaikan keamanan sepenuhnya. Kaspersky mengingatkan bahwa interaksi personal dengan AI tetap berisiko menimbulkan kebocoran data sensitif dan informasi tidak akurat.

Menurut tiap media