Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Kasus ISPA Akibat Erupsi dan Karhutla Dilaporkan 16.759 hingga 113.336 di Beberapa Provinsi

Beberapa media melaporkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berbeda akibat peristiwa bencana alam di Indonesia. Media Indonesia mencatat 16.759 kasus ISPA terkait erupsi Anak Krakatau tersebar di 4 provinsi dan 23 kabupaten/kota, dengan partikulat abu vulkanik sebagai faktor utama. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus ISPA akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 September 2026, tersebar di 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota, dengan 26.545 kasus pada anak usia 0-5 tahun dan 86.791 kasus pada orang dewasa.

Perbedaan jumlah kasus antara dua laporan ini mencerminkan peristiwa yang berbeda: erupsi gunung berapi versus kebakaran hutan. Media Indonesia menekankan dampak partikulat vulkanik pada anak-anak dan lansia, sementara kumparan dan laporan lanjutan Media Indonesia menyoroti kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat hingga berbahaya di wilayah seperti Kotawaringin Timur, Murung Raya, Sintang, dan Tebo.

Untuk menanggapi dampak kesehatan, Kementerian Kesehatan menyiagakan 1.691 pos pelayanan kesehatan di puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan, dilengkapi dengan logistik seperti 980.315 masker, 277 konsentrator oksigen, dan 18.457 dokter umum. BPBD Lampung dan Kepulauan Seribu juga turun tangan dengan mendistribusikan masker dan semprotan air bersih di sekolah-sekolah. Warga diimbau untuk tetap menggunakan masker, memantau kualitas udara, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala seperti sesak.

Menurut tiap media