Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kawasan Bromo Dibuka 20 Agustus Setelah Karhutla Berhasil Dipadamkan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, berhasil dipadamkan setelah berlangsung 13 hari. Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, operasi pemadaman dilakukan melalui kolaborasi tim gabungan yang melibatkan Manggala Agni, Balai Taman Nasional TNBTS, BPBD, BNPB, relawan masyarakat, TNI, dan Polri. Kawasan ini kemudian dijadwalkan akan dibuka kembali untuk publik pada 20 Agustus. Media melaporkan angka luas area yang terdampak berbeda: JPNN menyebutkan total area terdampak mencapai 1.120 hektare, sementara Media Indonesia melaporkan luas kebakaran mencapai 176 hektare per 9 Agustus 2026. Perbedaan ini dapat mencerminkan metode atau waktu pengukuran yang berbeda.

Pembukaan kembali kawasan wisata Bromo dilakukan setelah hasil pemantauan dan evaluasi kondisi pascakebakaran, dengan pertimbangan utama keselamatan pengunjung dan petugas. Keputusan ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026. Menurut Media Indonesia, kuota harian diketahui dibatasi sebanyak 2.752 orang, dan seluruh pintu masuk seperti Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro akan beroperasi normal kembali. Pihak pengelola menegur wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan jika menemukan asap atau bara api.

Penutupan kawasan selama beberapa hari memberi pengaruh terhadap perekonomian lokal, namun destinasi sekitar seperti Jembatan Kaca dan Seruni Point di Probolinggo tetap aman dikunjungi. Pihak Kementerian Kehutanan mengimbau seluruh elemen masyarakat dan wisatawan untuk aktif menjaga kelestarian kawasan Bromo agar kebakaran tidak terulang dan roda ekowisata dapat berjalan normal kembali.

Menurut tiap media