Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebakaran Desa Adat Sade, Beberapa Lembaga Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak

Kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah menghancurkan rumah tradisional, alat tenun, hasil produksi, dan kios kerajinan warga Sasak. Beberapa media melaporkan tanggal kejadian berbeda: SINDOnews menyebutkan 22 Agustus 2026, sementara kumparan dan JawaPos menyebutkan 26 Agustus 2026. Akibat kebakaran, sekitar 120 kepala keluarga (sekitar 320 jiwa) mengungsi, dan banyak nasabah PNM Mekaar kehilangan rumah serta sumber penghasilan utama mereka.

PT RupiahCepat melalui program GROW with RupiahCepat menyalurkan bantuan berupa pakaian, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sekolah, dengan koordinasi bersama Chili House Foundation. Di sisi lain, PNM turunkan tim Peduli untuk menilai kebutuhan darurat dan menyalurkan perlengkapan rumah tangga langsung ke warga terdampak. Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan komitmen perusahaan untuk tetap mendampingi nasabah hingga kondisi pulih.

Bantuan difokuskan pada kelompok rentan seperti anak, perempuan, bayi, dan keluarga terdampak. Beberapa media menyebutkan bahwa banyak perempuan di desa bergantung pada usaha tenun kain songket dan selendang khas Sasak sebagai sumber penghasilan, sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, PNM akan menilai kebutuhan lanjutan agar nasabeh dapat kembali mengembangkan usaha mereka.

Menurut tiap media