Dampak El Nino dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Rangkuman gabungan dari 6 media · disusun dengan AI
Fenomena El Nino kuat diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026, yang menggeser turunnya hujan alami. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi. Pemerintah mengerahkan sekitar 5.000 pegawai Kementerian Kehutanan ke enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan, serta mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), water bombing, penguatan satgas darat, penegakan hukum, dan partisipasi masyarakat.
Kondisi udara memburuk di beberapa wilayah. Di Pekanbaru, jarak pandang turun di bawah 1.000 meter dengan ISPU 243 (sangat tidak sehat), sehingga Wali Kota menetapkan PJJ bagi PAUD/TK, SD, dan SMP pada 16-19 September 2026. Terdapat 29 hotspot di Riau, sementara Sumatera Selatan dan Jambi masing-masing memiliki lebih dari 2.000 dan 400 titik api. Di Medan, asap menyebabkan jarak pandang berkurang menjadi satu hingga lima kilometer dengan enam titik panas terpantau di Sumatera Utara.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Kualitas Udara Kota Pekanbaru Memburuk, Walkot Tetapkan PJJ Sampai Sabtu
15 September 2026 pukul 18.51 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Raja Juli: El Nino Sangat Kuat Masih 1,5 Bulan Lagi, Jangan Main Api!
16 September 2026 pukul 14.15 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
El Nino hingga November, Ini Langkah Pemerintah
16 September 2026 pukul 14.24 · Baca aslinya ↗
kumparan
Asap Karhutla Tersebar ke Medan dan Sekitarnya, Jarak Pandang Berkurang
16 September 2026 pukul 15.41 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Kabut Asap Karhutla Kembali Pekat di Pekanbaru, Jarak Pandang Kurang dari 1.000 Meter
16 September 2026 pukul 19.10 · Baca aslinya ↗
JawaPos
El Nino Masih Berlangsung, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Belum Berakhir
16 September 2026 pukul 20.30 · Baca aslinya ↗