Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah Menyebar, Ancaman Habitat Orang Utan
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Taman Nasional Tanjung Puting dan wilayah Kalaweit, Barito Utara, dengan lahan gambut mendalam 0,5-4 meter menghambat pemadamkan. Tiga helikopter CH-47 Chinook Jepang serta tim gabungan 70 personel dimobilisasi, namun akses terbatas menunda operasi. Di Pontianak, kualitas udara mencapai AQI 483 akibat kabut asap. Hotspot kebakaran di Kalteng tetap tertinggi dengan 197-271 titik, berbeda dari laporan SINDOnews yang mencatat 688 titik nasional pada 11 September 2026. JawaPos menyebut kebakaran kembali membesar hingga 1 kilometer dari titik sebelumnya, sementara CNN Indonesia menyebut 3.105 hektare terdampak hingga 10 September 2026. Pemerintah memperkuat pengendalian dengan bantuan internasional dan tim lapangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Karhutla TN Tanjung Puting Kalteng Meluas, Habitat Orang Utan Terancam
11 September 2026 pukul 13.30 · Baca aslinya ↗
FOTO: Penampakan 3 Helikopter Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla
11 September 2026 pukul 13.50 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Karhutla di Dekat Kawasan Kalaweit Kembali Membesar, Manggala Agni Turun Tangan
11 September 2026 pukul 22.00 · Baca aslinya ↗
Hotspot Karhutla Nasional Menurun, Kalteng Masih Tertinggi
13 September 2026 pukul 13.00 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Titik Api Riau dan Jambi Padam, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan
12 September 2026 pukul 10.56 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Karhutla Masih Kepung Kalimantan, Kualitas Udara Pontianak Terburuk
13 September 2026 pukul 10.15 · Baca aslinya ↗