Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Evakuasi dan Operasi Penyelamatan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa dan Banjarmasin

Kapal KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa pada 13 September 2026, mengangkut 243 penumpang dan 89 kendarakan dari Surabaya ke Banjarmasin. Menurut CNN Indonesia, kapal hilang kontak pukul 02.00 WITA dengan 6 orang tewas dan 129 orang belum ditemukan hingga 16 September. Media Indonesia melaporkan 114 korban ditemukan (108 selamat, 6 meninggal), sementara 129 orang masih dalam pencarian. Basarnas mengirim tim ahli dari Hong Kong, AS, dan Indonesia untuk operasi salvage di kedalaman 30 meter, sementara 1.097 personel dari Basarnas, TNI AL, dan Polda Kalimantan Selatan terlibat. JPNN melaporkan empat korban tewas evakuasi ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menggunakan dua helikopter, sementara 22 korban selamat dievakuasi dengan KM Cahaya Bahari Jaya dan ditransfer ke KRI Nala di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Operasi pencarian masih berlanjut dengan dukungan pesawat Cessna 208 Caravan.

Pakar Lingkungan Laut ITS mengungkapkan anomali navigasi sebelum kecelakaan: data hidrometeorologi menunjukkan gelombang 1,6-2 meter, angin 20 knot dengan gust 30 knot, tidak masuk kategori ekstrem BMKG namun menciptakan kondisi laut tidak stabil. Analisis AIS mengungkapkan perubahan drastis pukul 00.49 WIB, kecepatan turun ke 6 knot dan haluan melenceng dari jalur pelayaran. Basarnas berencana membalikkan badan kapal untuk mempermudah pencarian, didasarkan pada Undang-Undang Pelayaran yang mengharuskan pemilik kapal mengangkat badan kapal dalam 180 hari. Cuaca buruk menjadi kendala utama operasi penyelamatan.

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta evaluasi menyeluruh terhadap kecelakaan ini, termasuk pengawasan kelayakan kapal dan proses penelitian Kemenhub. Ia menekankan bahwa kapal yang tidak mengikuti SOP tidak boleh beroperasi. Di sisi lain, keluarga korban seperti Dadi Suryadi di Bogor menggelar doa bersama dan yasinan untuk Gery Donovan (35), penumpang yang sedang dalam proses pencarian. Keluarga di Bogor dan Bangka, termasuk istri Gery yang akan menyusul ke Surabaya, terus menunggu informasi terbaru dari pihak perusahaan tempat Gery bekerja.

Menurut tiap media