Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kekeringan Melanda Berbagai Daerah di Jawa, BPBD Salurkan Air Bersih

Kekeringan menyebar di beberapa wilayah di Jawa, termasuk Kabupaten Malang, Trenggalek, dan 22 daerah di Jawa Timur yang dinyatakan sebagai keadaan darurat. BPBD di masing-masing wilayah menyalurkan bantuan air bersih dengan skala dan cara yang berbeda. Di Kabupaten Malang, BPBD menyalurkan 155 ribu liter air bersih kepada 2.224 kepala keluarga (7.606 jiwa) di dua desa, yaitu Desa Sumberagung dan Desa Tumpak Rejo, selama periode 8-17 Agustus 2026. Di Trenggalek, BPBD menyalurkan 34 ribu liter air bersih untuk empat desa di dua kecamatan, dengan distribusi dilakukan setiap hari. Di Jawa Timur, BPBD menyatakan 84.458 jiwa (24.136 KK) terdampak di 22 kabupaten/kota, dengan 11 kabupaten mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov karena anggaran habis. Pemetaan menunjukkan 29 kabupaten, 260 kecamatan, dan 926 desa berpotensi terdampak, dengan dampak pada 1.582.672 jiwa. Puncak musim kemarau diperkirakan Agustus-September 2024. BPBD Provinsi Jawa Timur menyiapkan 5.410 ritase, 100 tandon lipat, 50 tandon, dan 9.600 terpal untuk penanganan kekeringan. Di Kabupaten Malang, bantuan disalurkan selama 8-17 Agustus 2026, sementara di Trenggalek distribusi dilakukan setiap hari tanpa periode tetap. Jumlah air bersih yang disalurkan juga bervariasi: 155 ribu liter di Malang, 34 ribu liter di Trenggalek, dan tidak disebutkan secara spesifik di Jawa Timur. Di Malang, 967 KK (3.611 jiwa) di Desa Sumberagung menerima 80 ribu liter, sementara 1.257 KK (3.995 jiwa) di Desa Tumpak Rejo menjadi penerima di desa kedua. Di Trenggalek, distribusi air menyasar warga RT 5 dan RT 7 di Dusun Sukorejo dan Dusun Karanggayam, masing-masing dengan sekitar 12 kepala keluarga. BPBD Trenggalek juga mendistribusikan air ke wilayah pegunungan dan dataran yang kekurangan air. Di Jawa Timur, 11 dari 22 kabupaten mengajukan bantuan karena anggaran habis, sementara 15 lainnya masih mandiri. Pemprov Jawa Timur menyiapkan logistik seperti tandon dan terpal untuk penanganan kekeringan. Puncak musim kemarau diperkirakan Agustus-September 2024, menunjukkan ancaman yang semakin meningkat di berbagai wilayah Jawa.

Menurut tiap media