Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kemensos Mobilisasi Bantuan Gempa NTT, 47 Tewas dan 3.839 Mengungsi

Kementerian Sosial (Kemensos) memobilisasi bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan berupa perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, pakaian, tenda, dan kebutuhan dapur umum didistribusikan ke Kabupaten Nagekeo, Maumere, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Distribusi sempat terhambat gelombang laut tinggi, mendorong pengadaan langsung di lokasi. Kemensos menyiapkan 500 paket bantuan masing-masing untuk Nagekeo dan Manggarai serta 48 ton beras reguler. Total nilai bantuan mencapai Rp 4,52 miliar.

Hingga 16 Agustus 2026 pukul 07.50 WITA, tercatat 3.839 warga mengungsi, 47 orang meninggal, dan 110 orang luka-luka. Satu media menyebut rincian korban jiwa per kabupaten: Manggarai 24, Manggarai Timur 17, Manggarai Barat 1, Ngada 1, Sikka 3, dan Ende 1. Kerusakan mencakup 159 rumah rusak berat, 47 sedang, 167 ringan, serta 36 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas umum, 5 rumah ibadah, dan 6 gedung perkantoran. Titik pengungsian di Stadion Gelora Samador (Sikka), Maumere, halaman Gereja Wolomarang, dan lokasi lain. Pemkab Manggarai tetapkan Status Tanggap Darurat 90 hari (15 Agustus–13 November), Pemkab Sikka 14 hari (15–28 Agustus).

Kemensos menyiapkan santunan Rp 15 juta per korban meninggal untuk ahli waris setelah verifikasi selesai. Pendataan korban jiwa, luka, pengungsi, dan kerusakan bangunan masih berlangsung bersama pemerintah daerah. Tim Tagana dan PSKB dikerahkan untuk asesmen, evakuasi, dan pendirian tenda darurat. Satu media menambah koordinasi dengan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta operasi dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga.

Menurut tiap media