Keracunan MBG di Berastagi dan Sidoarjo Sisakan Dampak Kesehatan Serius pada Siswa
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua lokasi berbeda menunjukkan dampak kesehatan yang bervariasi. Di Berastagi, Kabupaten Karo, setidaknya satu siswi bernama Feby br Purba dirawat di RSUP H. Adam Malik Medan setelah racun jamur ditemukan di saraf kepalanya. Menurut ayahnya, empat dokter melakukan pemeriksaan dan menemukan paparan racun jamur yang menyerang saraf kepala, sekaligus kerusakan ginjal dan jantung. Dokter menyarankan pemantauan medis rutin selama enam bulan hingga satu tahun. Di sisi lain, di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, enam santri termasuk Fajri mengalami gejala seperti mual, diare, sesak napas, dan nyeri perut setelah mengonsumsi MBG dari SPPG Kalitengah. Fajri harus dirawat di rumah sakit dan diberikan oksigen. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat 748 pasien terpengaruh, meskipun angka ini masih perlu dikoreksi akibat kemungkinan duplikasi nama. Hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu untuk mengonfirmasi penyebab pasti keracunan di lokasi ini. Perbedaan utama terletak pada penyebab yang diduga: racun jamur secara eksplisit teridentifikasi di Berastagi, sementara di Sidoarjo penyebab pasti belum dikonfirmasi secara laboratorium.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
7 September 2026 pukul 17.45 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Seporsi MBG Sebelum Trauma Keracunan
7 September 2026 pukul 18.05 · Baca aslinya ↗