Klarifikasi BNPB: 94 Korban Meninggal di Pengungsian NTT Mayoritas Lansia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memverifikasi bahwa 94 warga yang meninggal di pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT) mayoritas merupakan kelompok rentan, khususnya lansia dengan penyakit kronis seperti stroke dan diabetes melitus. Penyebab kematian bukan akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa. Gempa bumi terjadi pada 15 Agustus lalu, dan BNPB telah mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere untuk penanganan medis maksimal melalui fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu. Verifikasi dilakukan secara terpadu dengan Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.
Dengan perbedaan poin fakta: Warta Ekonomi menyebutkan 94 korban meninggal dari total 142 korban, sementara JPNN.com tidak menyebutkan total korban. Kedua media sekaligus melaporkan BNPB mencatat 1.603 orang luka dan jumlah pengungsi turun dari 150.000 lebih ke 46.461 orang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Klarifikasi BNPB: 94 Korban Meninggal di Pengungsian NTT Mayoritas Lansia
17 September 2026 pukul 20.12 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal Dunia, DPR Buka Suara dan Tuntut Audit Total
18 September 2026 pukul 07.58 · Baca aslinya ↗