Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kondisi Fiskal 2026 dan Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada RAPBN 2027

Presiden Prabowo Subianto menyatakan perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah tekanan global dalam Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta. Pertumbuhan ekonomi semester pertama 2026 mencatatkan tingkat tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara naik 21,3 persen, belanja negara meningkat 18,2 persen, dan realisasi defisit APBN tercatat sebesar 0,91 persen dari PDB berkat penerapan kebijakan fiskal yang disiplin.

Untuk proyeksi mendatang pada penyampaian RUU APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 mencapai 6 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Sementara itu, defisit pada RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap PDB, menurun dari target defisit APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen, namun lebih tinggi dibandingkan capaian realisasi defisit per Juli 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai target 6 persen tersebut sebagai zona baru menuju visi pertumbuhan 8 persen Presiden. Misbakhun menegaskan bahwa capaian tersebut memerlukan konsolidasi dan sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil demi menjaga likuiditas serta ekspansi kredit perbankan, disertai realisasi program yang berdampak langsung bagi perekonomian.

Menurut tiap media