Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Konflik AS-Iran di Selat Hormuz dorong tekanan pasar emas, rupiah, dan inflasi

Harga emas spot turun 0,5% menjadi USD 4.261,59 per troy ounce pada awal perdagangan pekan ini (28/9), setelah penurunan lebih dari 2% minggu sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah kebuntuan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang membuat harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan terhadap Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi. Iran menyatakan tidak akan melonggarkan persyaratannya untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut setelah Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz selama tujuh hari. Konflik AS dan Iran telah memasuki bulan kedelapan, sementara harga minyak Brent melonjak sekitar 70% sepanjang tahun ini. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 65% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Di sisi lain, sentimen konsumen AS melemah pada September dan mencapai level terendah dalam empat bulan. Rupiah melemah 75 poin atau 0,42 persen menjadi Rp 17.978 per USD pada Senin (28/9), terjadi karena eskalasi konflik Iran dengan AS di Selat Hormuz. Delapan anggota marinir AS mengalami luka setelah rudal Iran menghantam kapal mereka. Iran menolak melunakkan syarat membuka kembali Selat Hormuz, tetap meminta Washington mencabut blokade, melonggarkan tekanan militer, menghapus sanksi atas penjualan minyak Iran, serta menyetujui gencatan senjata. Pasar juga menunggu data ekonomi AS termasuk inflasi PCE, ISM Manufacturing PMI, dan laporan NFP.

Menurut tiap media