Konsumsi Pertalite Melonjak Akibat Kenaikan Harga Minyak Dunia, Pemerintah Siap Ukur Kelebihan Subsidi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga Desember 2026. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan pergeseran konsumsi dari BBM non-subsidi ke subsidi, menghasilkan kelebihan konsumsi Pertalite dari kuota. Pemerintah sedang menghitung potensi kelebihan tersebut. Harga BBM non-subsidi akan diberikan ke pasar sesuai dinamika harga minyak global. Kebijakan pembatasan Pertalite berdasarkan desil masih dalam pengkajian untuk memastikan subsidi sampai ke sasaran yang tepat.
Data konsumsi Pertalite (RON 90) bersubsidi menunjukkan lonjakan signifikan sejak Juni 2026. Rata-rata konsumsi harian mencapai 82.760 kl, tumbuh 9,19% dari 75.795 kl sebelum kenaikan harga Pertamax series. Konsumsi terus meningkat hingga Juli 2026 (85.589 kl, 12,92% naik) meski agak turun pada Agustus 2026 (84.368 kl, 11,31% naik dari normal). Pemerintah mempertahankan rencana pengetalan penggunaan Pertalite sambil memastikan subsidi hanya untuk kelompok miskin melalui kategorisasi desil yang masih dalam proses verifikasi data.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Meski Konsumsi Berpotensi Jebol
31 Agustus 2026 pukul 19.06 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Kuota BBM Subsidi Diramal Melebihi Target Tahun 2026, Ini Kata Bahlil
1 September 2026 pukul 12.45 · Baca aslinya ↗