Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% pada Juli 2026 Didorong Kebijakan Makroprudensial Longgar

Kredit perbankan di Indonesia tumbuh 13,58% secara tahunan pada Juli 2026, meningkat dari 12,67% pada Juni 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh kebijakan makroprudensial longgar melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga awal Agustus 2026, total insentif KLM yang disalurkan mencapai Rp446,5 triliun, dengan alokasi pada financing channel Rp368,4 triliun, interest rate channel Rp73,2 triliun, dan financing to funding channel Rp4,9 triliun.

Ketahanan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,70% pada Juni 2026, sementara kredit bermasalah (NPL) agregat rendah di 2,09% bruto dan 0,82% neto. Rasio AL/DPK perbankan stabil pada 23,10% pada Juli 2026.

Beberapa sumber melaporkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 dalam kisaran 4,9%-5,7% serta rencana kebijakan baru seperti KLM Pasar Uang (KLM PPU) mulai 1 September 2026 dan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) mulai 1 Oktober 2026, sementara sumber lain tidak menyebutkan hal tersebut.

Menurut tiap media