Letusan Gunung Anak Krakatau & Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Akibat Abu Vulkanik
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Letusan Gunung Anak Krakatau pada 5-6 September 2026 memicu penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta. SINDOnews melaporkan penutupan hingga pukul 09.30 WIB dengan 209 penerbangan terdampak dan 22.798 penumpang terganggu, sementara kumparan menyebut operasional bandara ditutup hingga pukul 18.00 WIB. Kedua sumber menyebutkan adanya ancaman abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan, termasuk risiko kerusakan pada mesin pesawat, avionik, dan abrasi.
Kumparan melaporkan Gunung Anak Krakatau berstatus Red Alert dengan abu vulkanik mencapai ketinggian FL500 (50.000 kaki) dan FL150 (15.000 kaki), bergerak ke barat daya dengan kecepatan 28 km/jam. Abu di FL500 diperkirakan akan menghilang dalam 12-18 jam, namun emisi di FL150 masih berlanjut di wilayah FIR Jakarta. SINDOnews tidak menyebutkan ketinggian abu atau status alert gunung tersebut.
Kemenhub menekankan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama, sejalan dengan langkah penutupan bandara yang dikeluarkan untuk mencegah kerusakan serius akibat abu vulkanik.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Kenapa Debu Vulkanik Berbahaya untuk Pesawat Terbang? Ini Penjelasan Teknisnya
6 September 2026 pukul 20.01 · Baca aslinya ↗
kumparan
Gunung Anak Krakatau Berstatus Red Alert, Abu Vulkanik Capai 50 Ribu Kaki
7 September 2026 pukul 16.13 · Baca aslinya ↗