Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

LPDB Koperasi perkuat akses pembiayaan dan revitalisasi tugu koperasi sebagai simbol gerakan nasional

LPDB Koperasi menyalurkan pembiayaan bergulir senilai Rp 500 ribu hingga Rp 250 miliar per koperasi dengan bunga 6,5% per tahun tanpa biaya provisi atau administrasi, serta opsi syariah dengan bagi hasil 70:30 untuk tenor 3 hingga 10 tahun. Pembiayaan ini dapat diakses oleh seluruh jenis koperasi di seluruh Indonesia, termasuk Koperasi Pekerja Migran, sebagai bagian dukungan transformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi modern. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta penciptaan lapangan kerja.

Sebaliknya, revitalisasi Tugu Koperasi di Tasikmalaya, yang merupakan lokasi Kongres Koperasi Indonesia pertama pada 12 Juli 1947, dilakukan untuk mengenang dan memperkuat semangat koperasi nasional. Kementerian Koperasi dan Kebudayaan meresmikan program ini pada Harkopnas ke-79, sementara LPDB Koperasi turut mendukung melalui Booth Konsultasi Coaching Clinic Pinjaman di lokasi yang sama. Direktur Utama LPDB menegaskan bahwa revitalisasi harus menghidupkan kembali nilai perjuangan koperasi untuk mendorong ekonomi rakyat.

Meskipun fokus utama kedua laporan berbeda — satu pada skema pembiayaan, satu lagi pada upaya pelestarian dan edukasi — kedunya menekankan peran LPDB Koperasi dalam memperkuat koperasi sebagai soko guru ekonomi. Rencanangan revitalisasi juga diharapkan menjadi pusat edukasi, wisata, dan ikon kota yang menguatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi.

Menurut tiap media