Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Peringatan Bencana Abu Vulkanik Anak Krakatau: Dampak pada Kesehatan dan Langkah Penanggulangan

Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Cabang Jakarta (Perdami Jaya) memperingatkan bahaya paparan abu vulkanik terhadap mata. Abu vulkanik berbeda dari debu biasa karena terdiri dari mikroskopis batuan, kristal mineral, dan kaca vulkanik dengan sudut tajam serta diselimuti asam seperti sulfur oksida. Kontak langsung dapat menyebabkan perlukaan, iritasi, hingga erosi kornea. Dokter Sesaria Rizky Kumalasari menekankan pentingnya membilas mata dengan air bersih segera. Kemenkes mencatat 16.759 kasus ISPA di 4 provinsi akibat abu Anak Krakatau. Satelit pemantau rekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan menebarkan abu ke wilayah Lampung, Kepulauan Seribu, serta Jabodetabek. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik tinggi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan Dinas Kesehatan menyiagakan tenaga medis, ambulans, obat-obatan, masker, dan APD serta melakukan surveilans harian terhadap gangguan kesehatan. Dinas Lingkungan Hidup diminta memantau kualitas udara dengan fokus pada PM2,5 dan PM10. Masyarakat diminta mengenakan masker dan kacamata, membatasi aktivitas luar ruangan, serta segera mencari bantuan kesehatan bila mengalami gejala setelah terpapar abu.

Menurut tiap media