Mantan Atlet Dayung Jambi Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Leni, mantan atlet dayung nasional dari Danau Sipin, Jambi, kembali ke kampung halamannya yang penuh sampah untuk menggerakkan pembersihan dan pemberdayaan warga sekitar. Setelah karier olahraganya terganggu pada 2010 ketika anaknya lahir dengan kondisi kulit langka, ia melepas medaninya demi biaya pengobatan. Kembali ke Jambi, ia mendirikan Bank Sampah Dayung Habibah sebagai inisiatif pengelolaan sampah berkelanjutan. Perjalanannya dimulai dari kemenangan dalam pencarian bakat di Danau Sipin, yang mengantarkannya ke pemusatan latihan di Jakarta menuju kejuaraan internasional. Di tengah kesulitan biaya pengobatan anaknya, ia memanfaatkan pengalaman sebagai pelatih untuk membangun program pengelolaan sampah di Danau Sipin yang sering kali dibiarkan begitu. Pada 2018, ia bertemu program pembiayaan ultra mikro Mekaar dari Permodalan Nasional Madani dengan modal awal Rp2.500.000 yang tumbuh hingga Rp10.000.000. Modal ini berkembang menjadi Rp 10 juta, mempekerjakan 4 karyawan dan menggerakkan ekonomi 18 perempuan sekitar. Leni sekarang juga menjadi agen BRILink dan menabung emas lewat Pegadaian. Kisahnya menjadi contoh pemberdayaan ekonomi melalui ekosistem Holding Ultra Mikro yang dibangun BRI, Pegadaian, dan PNM. Perbedaan meliputi jumlah perempuan yang terlibat: Kumparan dan JPNN menyebutkan 18 perempuan, sementara JawaPos menyebutkan 15 perempatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Kisah Leni Merajut Harapan dari Danau Sipin di Jambi bersama Holding Ultra Mikro
14 September 2026 pukul 10.47 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Mantan Atlet Dayung Ini Merajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro
14 September 2026 pukul 10.53 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Danau Sipin Kembali Bersinar, Leni Rajut Harapan Bersama Holding Ultra Mikro
14 September 2026 pukul 11.00 · Baca aslinya ↗