Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Mediasi Akhir Petasan Maulid di Pondok Pinang Usai Protes dan Intimidasi Warga

Acara Maulid Nabi dan haul keluarga di Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, digelar dengan menggunakan petasan hingga dini hari, menyebabkan protes warga. Suara petasan yang keras hingga pukul 01.00 WIB mengganggu waktu tidur sejumlah warga, termasuk ibu bernama Amanda Andono yang anaknya berkebutuhan khusus terbangun dan mengalami tremor. Amanda memprotes dan mendatangi lokasi acara, namun protesnya berujung pada intimidasi dan ancaman kekerasan dari sekelompok peserta acara. Dalam rekaman video yang viral, terlihat Amanda yang memakai daster tampak emosi memprotes, sementara seorang pria datang menantangnya dan bahkan mengancam akan menamparnya. Amanda menyebut tindakan penyelenggara acara terasa arogan karena mereka tetap menggelar kegiatan meski sudah menyadari adanya keluhan warga.

Pihak kepolisian dan kelurahan turun tangan untuk memediasi kedua belah pihak. Lurah Pondok Pinang, Dina Roslina, menyampaikan bahwa acara tersebut tidak memiliki izin resmi dari kepolisian. Panitia juga turut mengakui dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun, warga yang merasa dirugikan masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan permohonan maaf tersebut. Pihak kelurahan tetap mendorong solusi yang damai dan meminta panitia untuk melakukan pendekatan langsung kepada warga.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kritik atas penggunaan petasan hingga larut malam yang justru mengganggu masyarakat. Camat Kebayoran Lama, Mustopa, juga menyampaikan kekecewaan karena kegiatan tersebut tidak melibatkan pemerintah setempat dan tidak memiliki izin. Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kecamatan akan mengundang organisasi keagamaan seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan MUI untuk berdiskusi agar kegiatan Maulid Nabi di masa depan lebih memperhatikan kondisi masyarakat dan tetap memiliki izin yang sah.

Menurut tiap media