Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Mendagri Dorong Integrasi Ekonomi Sumatera Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan integrasi ekonomi antarwilayah di pulau Sumatera untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rapat koordinasi gubernur se-Sumatera, Tito menekankan bahwa Sumatera dengan 63 jadi penduduk (21,9% dari total penduduk Indonesia) kaya akan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, sehingga perlu dikelola secara terintegrasi. Ia menyebut Sumatera sebagai "pulau emas, pulau harapan" dan menekankan pentingnya menggabungkan produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah serta lintas negara agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Konektivitas antardaerah di Sumatera perlu ditingkatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan barang, sekaligus mendorong pembentukan pusat-pusat ekonomi baru. Kerja sama antardaerah diharapkan memperkuat pasokan komoditas, mengendalikan harga, dan menanggapi inflasi dengan menyalurkan barang dari daerah yang memiliki pasokan cukup. Hampir seluruh kebutuhan pangan di Sumatera dapat dipenuhi secara internal, sehingga daerah dengan inflasi tinggi dapat disuplai dari wilayah dengan pasokan lebih banyak.

Selain itu, Tito mendorong pemanfaatan peluang perdagangan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand melalui kerja sama ekonomi antardaerah. Penguatan ekonomi Sumatera diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan nasional, karena angka pertumbuhan nasional merupakan agregat dari pertumbuhan di berbagai daerah. Forum ini diikuti oleh gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera, berakhir dengan penandatanganan kesepakatan dan pembentukan Forum Sumatera 10 (Sepuluh).

Menurut tiap media