Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Menkeu Suahasil Nazara Kerjakan Sinergi Pengelolaan APBN untuk Kredibilitas

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam pengelolaan APBN untuk meningkatkan kredibilitas di mata masyarakat, investor, dan pihak terkait. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan APBN harus dilakukan secara kolaboratif, seperti kerja sama antara DJPPR dengan Direktorur Jenderal Anggaran dalam pembayaran bunga utang, serta kolaborasi Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam alokasi dana untuk Bulog sebagai OIP. Selain itu, penempatan dana di Himbara memerlukan pertimbangan komprehensif terkait pajak, kepabeanan, cukai, PNBP, dan kebutuhan utang. Sinergi juga diperlukan di luar Kemenkeu, seperti dengan Kementerian lain, Bank Indonesia, OJK, LPS, hingga Danantara sebagai sovereign wealth fund. Suahasil memastikan kanal pengaduan 'Lapor Pak Purbaya' tetap berfungsi, dengan laporan ditangani institusional oleh Inspektorat Jenderal Kemenkeu. Pendapatan negara Rp2.055,6 triliun, belanja Rp2.295,7 triliun, defisit Rp240,1 triliun (0,93% PDB).

Menurut tiap media