Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

MPLS Sekolah Rakyat Wonosobo Diwarnai Haru Orang Tua

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7) diwarnai tangis haru orang tua siswa. Tri Murniyati, buruh tani berpenghasilan Rp700 ribu per bulan, menangis bahagia karena putranya diterima. Turmudi, juga petani dengan penghasilan tak menentu, bersyukur anaknya bisa bersekolah tanpa biaya.

Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Data menunjukkan 4,1 juta anak Indonesia tidak bersekolah atau putus sekolah karena kendala ekonomi. Pemerintah meningkatkan daya tampung Sekolah Rakyat dari seribu menjadi minimal dua ribu siswa per sekolah.

Terdapat perbedaan rincian antar media: satu media menyebut Tri sebagai orang tua tunggal, media lain tidak; satu media menyebut nama putranya Muhammad Daud, media lain tidak; satu media menyebut Turmudi sebagai petani, media lain buruh tani; satu media menyebut program sebagai inisiatif Presiden Prabowo, media lain sebagai program pemerintah; satu media menyebut 'pendidikan berkualitas', media lain 'pendidikan gratis'; satu media menyebut 'belum sekolah', media lain 'tidak bersekolah atau putus sekolah'; satu media juga menyebut kehadiran Bupati Wonosobo, media lain tidak.

Menurut tiap media