Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mossad dan Operasi Intelijen Israel di Suriah dari 1960-an hingga Pertemuan Terkini

Pada 1960-an, Eli Cohen, seorang agen Mossad Israel, menyamar sebagai pengusaha tekstil bernama Kamel Amin Thaabet untuk menyusup ke Suriah. Lahir di Mesir dan pindah ke Israel pada 1954, Cohen direkrut Mossad dan ditugaskan menyelundupkan informasi militer rahasia dari pemerintah Suriah. Melalui jaringan bisnis tekstilnya, ia berhasil mendekati para elit militer dan pemerintah Suriah, termasuk Presiden Amin al-Hafez. Selama tiga tahun, Cohen mengirim kode morse ke Israel setiap malam mengenai rencana militer, jumlah pasukan, dan lokasi rahasia militer Suriah. Informasi ini memberi Israel keuntungan strategis dalam perang melawan negara-negara Arab.

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al-Shaibani bertemu dengan Direktur Mossad Roman Gofman di Yordania dalam upaya meredakan ketegangan pasca-serangan Israel ke Pangkalan Udara Abu Al-Duhur di Idlib. Pertemuan ini diungkap Axios berdasarkan tiga sumber yang mengetahui hal tersebut. Serangan tersebut dilakukan beberapa hari sebelumnya, di mana pesawat tempur Israel menjatuhkan delapan bom ke landasan pacu dan hanggar pangkalan yang berjarak 72 kilometer dari perbatasan Turki. Israel menyatakan serangan ini sebagai "tembakan peringatan" untuk mencegah pembangunan kekuatan militer Turki di lokasi tersebut, termasuk penempatan drone dan sistem radar.

Sebelum serangan terjadi, pejabat Suriah membantah memiliki niat untuk mengizinkan kehadiran militer Turki di pangkalan tersebut. Israel juga memperingatkan akan mengambil tindakan militer jika rencana pengerahan tersebut tidak dihentikan. Utusan Khusus AS Tom Barrack dan pejabat lainnya mendesak ketiga pihak untuk kembali melakukan dialog. Namun, kantor Perdana Menteri Israel menolak memberikan komentar mengenai pertemuan tersebut, begitu juga dengan Juru Bicara Al-Shaibani.

Menurut tiap media