Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Muktamar NU 2026: Gus Kikin Terpilih sebagai Ketum PBNU, Miftachul Akhyar Kembali Rais Aam

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, dari 27 hingga 31 Agustus 2026, telah menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) periode 2026-2031. Pemilihan ini dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) oleh sembilan kiai anggota. Gus Kikin meraih 472 suara, unggul melampaui empat kandidat lain. KH Miftachul Akhyar juga ditetapkan kembali sebagai Rais Aam PBNU periode yang sama.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup Muktamar dengan menyampaikan selamat atas terpilihnya pimpinan baru PBNU. Dalam sambutannya, Prabowo memuji pelaksanaan muktamar yang sukses, guyub, dan rukun, serta menekankan bahwa NU menjadi contoh bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menyelenggarakan organisasi yang anggotanya mencapai puluhan jari. Gus Kikin, yang lahir pada 17 Agustus 1958 dan merupakan cicit langsung dari KH Muhammad Hasyim Asy'ari, membuka sambutannya dengan menyinggung angka 8 yang berulang dalam hidupnya.

Beberapa tokoh juga memberikan komentar terkait hasil muktamar. KH Miftachul Akhyar, yang kembali menjadi Rais Aam, dikenal dengan gaya dakwahnya yang sejuk dan dialogis. Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memuji pendekatan Miftachul Akhyar yang menekankan pada merangkul dan mendidik. Gus Yusuf menyampaikan dukungan penuh dan mengajak seluruh elemen NU untuk menerima hasil muktamar dengan hati lapang.

Menurut tiap media