Muktamar NU 35: Gus Kikin Ditetapkan sebagai Ketum, Tim Formatur Punya 1 Bulan Susun Pengurus Baru
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. Penetapan ini dilakukan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) dan diikuti dengan penandatanganan kontrak jam’iyah atau pakta integritas. Gus Kikin memapulkan delapan poin kontrak yang mencakup kelayahan diri sebagai calon Ketum, termasuk latar belakang sebagai fungsionaris Syuriyah atau Tanfidziyah, lulus PMKNU, tidak menduduki jabatan politik, dan tidak pernah menjadi pengurus partai politik dalam satu tahun terakhir.
Tim formatur yang diketuai Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar dan disekotreti oleh Sekretaris KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan susunan kepengurusan baru PBNU. Sistem pemilihan Ketum baru mengganti sistem one man one vote dengan sistem di mana cabang dan wilayah mengusulkan calon kepada Rais Aam dan Ahwa.
Ketua Panitia Muktamar ke-35, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan rasa syukurnya atas penyelenggaraan muktamar yang dianggap sukses dan semua target tercapai. Presiden turun secara langsung untuk membuka dan menutup acara. Gus Ipul juga membantah isu beredar terkait paketan Istana dan menegaskan tidak ada intervensi dalam proses muktamar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Gus Kikin Tanda Tangani Kontrak Jam’iyah Setelah Jadi Ketum PBNU
31 Agustus 2026 pukul 13.36 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Rais Aam dan Ketum Diberi Waktu 1 Bulan Susun Kepengurusan Baru PBNU
31 Agustus 2026 pukul 19.58 · Baca aslinya ↗