Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Muktamar NU-35: Penetapan Ahwa dan Pemilihan Rais Aam Berlangsung Hingga 31 Agustus 2026

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan sembilan anggota Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA) dari 34 calon berdasarkan akumulasi suara dari enam panel tabulasi selama periode 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso meraih suara terbanyak dengan 485 suara (10,31 persen), diikuti oleh TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) dengan 477 suara (10,14 persen), dan AG Dr. KH Baharuddin HS, MA dengan 392 suara (8,34 persen). Sembilan anggota AHWA ini akan melakukan musyawarah untuk memilih Rais Aam Pengurus Besar NU (PBNU).

Mekanisme baru penentuan Rois Am dan ketua PBNU membuat Muktamar ke-35 NU diperkirakan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Proses pemilihan tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus melewati beberapa tahapan, mulai dari pembahasan tata tertib, tabulasi calon Ahwa, penetapan sembilan anggota Ahwa, pemilihan Rais Aam, hingga pemilihan Ketua Umum. Tabulasi sembilan nama calon Ahwa diperkirakan membutuhkan empat hingga lima jam, dilanjutkan dengan sidang Ahwa untuk menentukan Rais Aam sebelum proses pemilihan Ketua Umum dimulai. Pada 30 Agustus, mas masih terdapat sembilan agenda penting yang harus diselesaikan.

Durasi panjang ini dianggap konsekuensi dari upaya mencari format pemilihan yang lebih mampu menjaga persatuan organisasi serta bagian dari proses musyawarah untuk mencapai keputusan bersama. Penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen NU. Keberadaan Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan muktamar belum dapat dipastikan dan bergantung pada agenda serta kesibukannya. Mekanisme Ahwa dianggap sebagai eksperimen penting untuk mencari titik temu antara demokrasi organisasi, tradisi musyawarah ulama, dan kebutuhan menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama.

Menurut tiap media